Sunday, May 17, 2015

Replika Istana Abad 19 Dibuka di Cina



Anda yang menyukai wisata sejarah, mungkin bisa mengunjungi salah satu wisata mengagumkan yang berada di provinsi Zhejiang, wilayah timur Cina.

Pasalnya di daerah itu telah dibuka replika istana yang dibangun pada abad ke-19 yakni Istana Old Summer.

Berjarak sekitar 1000 km dari pusat Cina, para turis kini bisa menjelajahi replika istana seluas 400 hektar yang digunakan pada masa dinasti Qing tersebut. Pemerintah mengatakan, replika yang menghabiskan biaya sekitar 30 miliar yuan atau setara Rp 63 triliun diklaim menampilkan 95 persen bangunan asli Old Summer.

"Replika arsitektur klasik itu akan berbagi sejarah dengan generasi muda," kata media Cina, Xinhua melaporkan dilansir The Telegraph.

Meski begitu, tempat tersebut mendapatkan banyak perdebatan terkait didirikannya replika bersejarah itu. Ada yang menanggapi bahwa bangunan asli yang bernama Yuanmingyuan itu unik serta tidak dapat diduplikasi dan replika tersebut bisa melanggar hak kekayaan intelektual.

"Pembangunan dan pengembangan situs harus direncanakan oleh organisasi nasional dan setiap replikasi harus mencapai standar tertentu," begitu tanggapan yang diterima Xinhua.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Yuangmingyuan Society of China, Li Min memaparkan bahwa replika itu merupakan 'percobaan yang baik' karena sebenarnya replika tersebut memang tidak bisa dibuat semirip situs aslinya.

Para pengunjung yang datang pun dikenai biaya tiket sebesar 280 yuan atau sekitar Rp 500 ribu, namun beberapa dari mereka nampaknya tidak terkesan dengan bangunan tersebut.

Salah seorang pengunjung bermarga Xu mengatakan, "Ini hanyalah tempat yang penuh dengan kamar kosong. Saya tidak bisa merasakan sejarah disini, ada sesuatu yang hilang," ujarnya.



Mengintip Rumah Tahan Guncangan di Skotlandia



Wilayah kerajaan Inggris merupakan daerah yang bukan rawan gempa, namun ada pulau yang sudah beratus tahun yang lalu sering mendapatkan guncangan.

Namun sebagian guncangan tidak terlalu besar dan tidak menyebabkan kerusakan.  Namun, seismometer pertama di dunia dibangun dan dipasang di Skotlandia, tempat itu disebut Comrie. Sebuah replika masih bertempat di "Earthquake House", yang dibangun di lereng berumput bernama The Ross.

Dilansir dari Amusingplanet , desa Comrie, di Perthshire, Skotlandia selatan, merupakan salah satu daerah yang paling aktif secara geologis di Inggris, karena posisinya yang menghadap langsung Highland Boundary Fault.


Kota ini menjadi  ibukota gempa di Inggris, karena itensitas gempa yang terjadi lebih sering dibandingkan di tempat lain pada pulau-pulau ini. Kadang-kadang kota ini juga disebut sebagai "Shaky Town".

Catatan gempa pertama di Perthshire dibuat oleh James Melville pada Juli 1597, yang mencatat dalam buku hariannya dari tremor gempa yang dirasakan di seluruh daerah. Pada tahun 1789 rekaman data sistematis pertama hadir yang dicanangkan oleh Pendeta Taylor dan Gilfillan dan mencatat peristiwa gempa yang terjadi pada saat itu.

Selama 50 tahun berikutnya gempa tercatat sebanyak 70 kali guncangan, termasuk goncangan terbesar dari semua gempa bumi yang pernah terjadi di Comrie. 

Gempa tersebut tercatat terjadi tanggal 23 Oktober 1839. Banyak rumah di Comrie rusak dan sebuah bendungan di dekat Stirling bobol, serta guncangan mengejutkan juga terasa hingga sebagian besar wilayah Skotlandia.

Gempa besar tahun 1839 membuat  postmaster Peter Macfarlane dan pembuat sepatu James Drummond, yang dikenal sebagai ' Pionir Comrie ', menciptakan sebuah alat untuk mengukur gempa bumi dan mulai menyimpan catatan formal. Instrumen mereka terdiri dari dua papan kayu yang ditempatkan di arah Utara-Selatan dan Timur-Barat. 

Selama keadaan stabil silinder kayu itu akan tetap dan rata. Jika gempa bumi akan melanda, silinder dengan ukuran tertentu dan diisi pemberat, yang memungkinkan “Pionir Comrie” untuk mengukur kekuatan gempa. Sebuah nampan pasir mencegah silinder bergulir sekitar dan menimpa silinder lainnya. Itu alat yang cukup primitif tapi sungguh bekerja.

Pada tahun 1841, dengan menggunakan informasi yang dikumpulkan, mereka menyerahkan laporan tersebut ke Asosiasi Inggris bidang Kemajuan Ilmu Pengetahuan, yang menyebabkan pembentukan Komite Investigasi Skotlandia dan Gempa Bumi Irlandia(Committee for the Investigation of Scottish and Irish Earthquakes).


Selama bertahun-tahun sejumlah instrumen yang dibangun dan digunakan di seluruh Comrie, termasuk seismometer modern pertama yang terdiri dari pendulum terbalik yang dapat  menulis getaran ke disk berbentuk cekung di atas. Alat tersebut dibuat oleh fisikawan Skotlandia, James David Forbes.

Tapi tahun 1844, aktivitas seismik telah menurun bahkan hilang. Tahun 1874 Earthquake House dibangun di atas batu yang kokoh untuk menahan seismometer Mallet. Sekali lagi aktivitas menurun, dan alat tersebut tidak digunakan.

Pada tahun 1988 diputuskan bahwa Earthquake House dipulihkan dan peralatan modern yang disediakan oleh British Geological Survey diperlengkap. 

Pengunjung tidak bisa memasuki gedung tetapi ada jendela besar yang dapat membuat pengunjung mengamati instrumen baru sampai seismometer silinder kayu yang dikembangkan oleh Peter Macfarlane dan James Drummond. Kini banyak wisatawan mengunjungi rumah ini untuk melihat secara langsung keunikan yang tak ditemukan di rumah pada umumnya.



Ponsel yang Asyik untuk Teman "Travelling"



Ponsel cerdas atau smartphone kini seolah sulit lepas dari pemiliknya, termasuk saat berwisata. Bukan saja untuk berkomunikasi, namun ponsel juga dibawa sebagai pengganti kamera saku/DSLR, penunjuk arah, dan keperluan liburan lainnya.

Tak hanya itu, Ponsel juga kerap diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan mendadak saat liburan. Pertanyaannya, hal apa saja harus dipertimbangkan dalam memilih ponsel yang dapat menjadi andalan saat liburan? Berikut adalah tips memilih ponsel bagi pecinta traveling:

Fitur Kamera Mumpuni

Mengandalkan kamera ponsel untuk mengambil gambar saat traveling merupakan pilihan paling praktis. Dengan ponsel, Anda akan lebih mudah dan cepat mengabadikan momen penting, menyimpan foto, dan langsung mengunggah gambar ke media sosial. Tentu saja, akan lebih menyenangkan jika ponsel tersebut dilengkapi kamera yang mumpuni.

Namun, bicara kamera, ada empat hal harus dipertimbangkan di sini, yaitu besaran piksel, kemampuan sensor gambar, kualitas optik, dan lampu flash. Fitur-fitur tersebut akan mempengaruhi bagus dan tidaknya hasil jepretan. Selain itu, fitur dalam aplikasi kamera juga penting, seperti efek panorama untuk membuat gambar semakin cantik.

Pengisian Daya Baterai Cepat

Tidak mudah mencari sambungan listrik dalam perjalanan. Padatnya jadwal mengunjungi obyek wisata satu dan lainnya juga menjadi faktor lain yang membatasi waktu pengisian daya ponsel, apalagi pengisian daya biasanya memakan waktu 3-4 jam.

Solusinya, kini Anda dapat memilih ponsel yang memiliki terobosan teknologi charging cepat atau VOOC flash charging. Cara kerja teknologi ini adalah memaksimalkan fungsi adaptor dalam mendeteksi besaran tegangan dan arus listrik ke baterai ponsel. Dengan kemampuan VOOC flash charging, dalam 30 menit kekuatan baterai ponsel bisa bertambah sebanyak 75 persen.


Tangguh dan Kuat

Tidak jarang ponsel jatuh atau rusak karena sering terhimpit oleh barang-barang lain di dalam tas atau ransel saat berwisata. Hal tersebut mengharuskan Anda cermat memilih material badan ponsel. 

Logam disebut memiliki daya tahan lebih kuat dari bahan pembuat ponsel lainnya. Umumnya produsen menggunaan logam, misalnya stainless steel,alumunium lithium atau magnesium alloy. 

Keunggulan ponsel berbahan logam antara lain jauh dari bahaya gores dan tahan terhadap tekanan yang sering memicu kerusakan ponsel. Rangka yang terbuat dari logam juga cenderung lebih ringan.



Nyaman Digunakan

Saat menjelajahi daerah-daerah asing, kita tentu membutuhkan bantuan GPS atau informasi wisata. Untuk memudahkannya, pilih ponsel dengan fitur akses cepat pada beragam fungsi maupun aplikasinya.

Selain itu, ponsel ergonomis yang nyaman dalam genggaman juga penting. Saat membeli ponsel, sesuaikan besar ponsel dengan ukuran tangan Anda.

Yuk, temukan segera ponsel andalan untuk menemani Anda menjelajah berbagai destinasi wisata idaman!

Friday, May 15, 2015

Ini Bukti Penemu Benua Amerika Bukan Columbus



Catatan tertua mengenai kehadiran Muslim di benua Amerika diperkirakan berasal dari periode antara 700–800 Masehi. Hal itu seperti diungkapkan oleh sarjana dari Universitas Harvard, Barry Fell, dalam bukunya Saga America (1980).

Lewat buku tersebut, dia memberi bukti ilmiah yang kuat bahwa umat Islam dari Afrika Utara dan Barat sudah tiba di Amerika berabad-abad sebelum ekspedisi Christopher Columbus.

Menurut Fell, ada sejumlah peninggalan arkeologis yang menguatkan teori tersebut. Di wilayah barat AS yang gersang, ia menemukan ukiran pada batu yang memuat teks, diagram, dan grafik berhuruf Arab.

Sisa-sisa fragmen tersebut menurutnya menjadi bukti bahwa umat Islam sudah lebih dulu mendarat di Amerika jauh sebelum bangsa Eropa menginjakkan kakinya di benua itu.

Barry Fell juga menyebutkan beberapa nama di kalangan penduduk Indian Amerika yang memiliki akar kata dari bahasa Arab. Di antaranya adalah Medina di Idaho, Hazen di North Dakota, Mahomet di Illinois, Arva di Ontario (Kanada), dan masih banyak lagi.

Di samping itu, ada pula sejumlah nama suku Indian yang berasal dari bahasa Arab. Sebut saja Suku Makkah di Washington, Anasazi, Apache, Arawak, Arikana, Chavin, Cherokee, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Zulu, Zuni, dan lain-lain.


“Setidaknya, ada 484 nama desa, kota, gunung, danau, dan sungai di AS yang berakar dari Islam dan Arab,” ungkap Richard Brent Turner dalam buku Islam in the African-American Experience. 

Tingginya Status Masjid Al Aqsha Bagi Kaum Muslimin



Isra’ Mi’raj telah menjadi satu peristiwa luar biasa sekaligus mukjizat Nabi Muhammad yang tidak didapatkan oleh nabi-nabi lain. Dilansir dari HYPERLINK "http://onislam.net"onislam.net , Syaikh Yusuf Al Qardawi menjelaskan, setidaknya ada dua hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra’ Mi’raj. 

Pertama, menunjukkan tingginya status Masjid Al Aqsa bagi kaum Muslim.  "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Isra’: 1)

Masjid Al Aqsa adalah tempat yang diberkahi oleh Allah. Masjid ini merupakan kiblat pertama umat Islam, sebelum Allah memindahkannya ke Masjidil Haram. Masjid Al Aqsa juga satu dari tiga masjid yang paling penting dikunjungi, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.


Syaikh Yusuf Al Qardhawi menegaskan, Allah menghendaki kita mengingat pentingnya Masjid Al-Aqsa melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Umat Islam tidak boleh menyerah untuk mempertahankan Masjid Al Aqsa, yang kini berada di bawah cengkeraman Yahudi.

Kedua, turunnya perintah shalat. Tidak ada perintah agama yang disampaikan langsung tanpa perantara oleh Allah kepada Nabi-Nya, kecuali perintah shalat. Ini menjadi bukti betapa tingginya kedudukan shalat dalam ajaran Islam. Sholat adalah sarana spiritual di mana umat Islam dapat berhubungan atau menghadap Tuhan mereka.


Awalnya, Allah memerintahkan umat Muhammad untuk mengerjakan shalat sebanyak 50 kali sehari. Atas saran nabi-nabi terdahulu, Rasulullah kembali menghadap Allah untuk memohon keringanan hingga akhirnya menjadi lima kali sehari. 

Amalan shalat juga yang nantinya akan dinilai pertama kali pada hari perhitungan. Shalat menjadi bukti ketaatan seorang hamba kepada Pencipta, serta ungkapan rasa syukur atas nikmat yang selalu Dia berikan. 




Wednesday, May 13, 2015

Parlemen Yunani Setujui Pembangunan Masjid Pertama di Athena



Lembaga parlemen Yunani akhirnya menyetujui pembangunan Masjid pertama di Athena, Pembangunan ini telah lama diinginkan ribuan warga muslim yang menanti-nanti persetujuan anggota parlemen negara yang kebanyakan penduduknya menganut Gereja Ortodoks ini.

Seperti dilansir dari Emirat News Agency, proyek pembangunan masjid pertama di ibukota Yunani itu didukung oleh 198 deputi pusat. Sementara 16 anggota parlemen lainnya menyatakan keberatannya.

Proyek ini telah ditunggu-tunggu warga Muslim dalam beberapa dekade. Selama ini umat Muslim di sana tidak memiliki sarana rumah ibadah walaupun telah dijanji-janjikan pemerintah selama ini.

Ribuan umat Islam di Yunani berasal dari negara-negara Arab dan India yang bekerja di negara yang terkenal dengan peradaban kunonya.

Bandara Baru Madinah Siap Diuji Coba



Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah mulai tahun ini akan melayani kedatangan sekaligus pemulangan jamaah haji Indonesia. 

Gelombang pertama jamaah haji Indonesia direncanakan akan  tiba di Arab Saudi melalui Bandara Madinah dan dipulangkan melalui Bandara Jeddah. Sebaliknya, jamaah haji gelombang dua akan tiba melalui Bandara Jeddah dan pulang melalui Bandara Madinah.

Menurut laman kemenag.go.id, Selasa, proses pembangunan bandara AMAA Madinah sudah selesai. Untuk memastikan kesiapannya, pihak otoritas bandara AMAA Madinah ini melakukan  ujicoba penggunaan bandara pada Ahad(5/4), demikian laporan laman kemenag.go.id.

Dikutip dari laman resmi Kantor Urusan Haji Indonesia di Arab Saudi, otoritas Penerbangan Sipil (GACA) menyatakan bahwa ujicoba penggunaan bandara tersebut akan berlangsung hingga nantinya akan dibuka secara resmi. Hal ini dilakukan guna memastikan kesiapan seluruh perangkat, sistem dan peralatan. Sebagai persiapan penggunaan bandara yang mampu menampung 8 juta penumpang pertahun pada tahapan pertama pembangunanannya.

Bandara AMAA Madinah ini merupakan bandara pertama di Arab Saudi yang dibangun dan dioperasikan secara keseluruhan oleh swasta yang sesuai dengan metode konstruksi dan pengoperasian (BTO).  Bandara Baru yang luasnya mencapai 4 juta meter persegi ini, terdiri atas ruang keberangkatan dengan luas keseluruhan 153 ribu meter persegi, memiliki 16 pintu keberangkatan yang tersambung dengan 32 jembatan langsung menuju pesawat. Bandara ini memiliki 64 counter untuk proses boarding , 24 counter untuk pelayanan pelanggan serta 16 counter proses boarding tambahan untuk musim haji.

Bandara ini juga memiliki 10 tempat untuk proses pengangkutan barang bawaan penumpang di ruang kedatangan, ditambah 6 ruang tunggu untuk jemaah haji dengan luas mencapai 10.500 meter persegi, serta 200 tempat parkir khusus bus, demi kemudahan dan kenyamanan perjalanan jemaah umrah dan jemaah haji.

Bandara juga menyediakan tempat parkir yang dapat menampung 1.500 mobil, ditambah 200 tempat parkir untuk perusahaan sewa mobil, juga terdapat masjid, dan halaman terbuka yang mencapai luas 3.920 meter persegi.

Bandara Internasional AMAA Madinah yang baru ini telah mendapatkan sertifikat golden category (LEED) untuk bangunan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, bandara ini merupakan bandara luar Amerika pertama yang mendapatkan sertifikat tersebut.