Monday, September 1, 2014

Yellow River China






Tak cuma Great Wall, masih ada banyak hal yang dibanggakan China, salah satunya Yellow River. Memiliki aliran sungai yang panjang dan lebar, membuat Yellow River masuk dalam daftar sungai agung dan dibanggakan China.

Yellow River atau yang lebih dikenal dengan Sungai Yangtze adalah sungai yang dibanggakan rakyat China. Dari situs resmi pariwisata China, Yellow River memiliki panjang hingga 6.400 km. Dengan panjang ini, tak heran kalau ia masuk dalam daftar sungai terpanjang di dunia.

Yellow River kini juga menjadi rumah bagi 300 juta penduduk China. Maksudnya, ada sekitar 300 juta penduduk yang menggantungkan hidup dari Yellow River. Mereka tinggal di tepian sungai, mereka juga mengambil makanan seperti ikan dari sungai.

Tanah di sekitar Yellow River juga terkenal subur. Hal ini pula yang membuat rakyat China semakin bangga dengan keberadaannya. Lembah sungai ternyata juga telah dihuni sejak 7 ribu tahun lalu. Hal ini seiring dengan perkembangan agrikultur kawasan sekitar sungai.

Kini, Yellow River diperkenalkan Pemerintah China sebagai salah satu daya tarik wisata yang bisa turis kunjungi saat ke China. Berbagai hal seru ditawarkan untuk wisatawan yang ingin tamasya ke Yellow River. detikTravel pun pernah mnyambangi kawasan ini beberapa waktu silam.

Salah satu lokasi untuk berwisata Yellow River ada di Provinsi Ningxia, tepatnya di Wuzhong. Kota ini memiliki altar suci yang diberi nama Chinese Yellow River Altar.

Altar ini terlihat begitu megah mirip seperti benteng raksasa. Belum apa-apa, turis langsung dihadapkan dengan gerbang raksasa dan mewah lewat ukiran khas China, begitu baru tiba. Masuk ke dalam, altar ini memanjang sampai 1 km. Dari altar ini, wisatawan bisa melihat dengan jelas keanggunan Yellow River. Ya, ini karena altar menghadap tepat ke sungai.

Sebuah kelenteng untuk menghormati sungai pun dibuat. Umat yang ingin beribadah dan mengucap syukur atas Yellow River bisa beribadah di sini.

Belum selesai, masih ada lagi wisata yang bisa turis lakukan dan lebih seru di Yellow River. Wisata ini ada di kawasan Zhongwei.

Di sini, turis akan diajak bermain di padang pasir ala China, dan lagi-lagi menghadap sunghttp://www.hasanahqaromah.com/beijing-ski-muslim-tour-2015/#more-448ai. Wisatawan yang datang bisa bermain flying fox dengan pemandangan langsung ke arah Yellow River.

Anda juga bisa berseluncur dari atas bukit pasir yang juga menghadap sungai. Nah, yang terakhir dan paling seru adalah mengarungi Yellow River menggunakan rakit kuno ala China.

Jangan kira rakit yang digunakan terbuat dari bambu seperti yang ada di Kalimantan. Rakit ala China menggunakan kayu, dengan pelampung bagian bawah dan busa untuk duduk di bagian atas.

Turis yang ingin mengarungi sungai, diminta menggunakan pelampung. Setelah siap, barulah pengemudi rakit mengayunkan kapal menjelajah Yellow River.

Sambil diirini nyanyian pengemudi, turis bisa merasakan aliran tenang Yellow River. Angin sejuk dan curahan sinar matahari menjadi teman setia saat menjelajah sungai selama 15 menit.


Gerbang Surga ada di China ?




Lubang besar di tengah sebuah tebing tinggi dan gahar jadi atraksi menarik yang bisa turis lihat di Tiongkok. Letaknya yang tinggi dan seolah mengantar ke khayangan, banyak yang menyebut tempat ini sebagai pintu surga.

Adalah Tianmenshan, nama pintu surga yang bisa turis temukan di Tiongkok. Tianmenshan berada di Kota Zhangjiajie, Provinsi Hunan, Tiongkok. Dari Kota Zhangjiajie, The Heaven's Gate berada sekitar 8 km.

Untuk mencapainya, turis bisa menggunakan kereta gantung dengan panjang 7,5 km. Belum selesai, karena berada di tempat yang sangat tinggi, usai naik kereta gantung, wisatawan masih harus naik bus.

Jangan dikira perjalanan usai dengan menggunakan bus. Di sini, nyali Anda malah ditantang. Bus akan melewati jalan berkelok-kelok. Jika dihitung, ada sekitar 99 tikungan yang harus dilalui.
http://www.hasanahqaromah.com/beijing-ski-muslim-tour-2015/#more-448
Masih belum selesai, dari bus, Anda masih harus berjalan kaki menapaki anak tangga berjumlah 999. Langkah berat ini akan mengantarkan Anda mencapai lubang besar menembus tebing dengan tinggi 130 meter dan lebar 57 meter.

Dari kejauhan, lubang ini seolah berlatarkan langit, karena yang terlihat adalah awan dan langit bersih. Karena itulah, lubang ini kerap disebut pintu surga.

Tianmenshan memang dibilang unik. Lubang di tebing ini terbentuk ketika gua yang dulunya mengisi tebing, runtuh pada tahun 263 masehi. Dilongok dari situs pariwisata Zhangjiajie, Rabu (4/6/3014) Tianmenshan ternyata salah satu taman hutan nasional kedua di Zhangjiaje.

Warna hijau dari pepohonan yang tumbuh di tebing pun mendominasi pandangan. Saat liburan ke Tiongkok, Anda pun harus memasukkan tebing tinggi ini sebagai destinasi.


Tembok China atau Great Wall





Belum lengkap berkunjung ke China, kalau belum mampi ke Tembok Besar China. Ada banyak pilihan untuk menjelajahi bangunan bersejarah tersebut, salah satunya adalah naik cable car alias kereta gantung menuju bagian puncaknya. Seru!

Badaling adalah lokasi terdekat dari kota Beijing, yang dapat ditempuh dengan subway. Lalu ditambah dengan naik bus seharga 5 Yuan dengan total perjalanan 2 jam. Di sinilah tempatnya naik kereta gantung.

Sesampainya di pintu masuk Badaling, wisawatan harus berjalan sekitar 500 m untuk menuju keloket penjualan tiket resmi naik kereta gantung. Tiket masuk senilai 40 Yuan dan apabila dengan kereta gantung dikenakan tambahan 80 Yuan pulang-pergi. Total biaya 120 yuan per orang atau senilai Rp 240 ribu, cukup mahal memang. Tapi tak mengapa untuk sebuah kesempatan seumur hidup.

Pintu masuk dengan kereta gantung dibuat cukup megah dengan lantai marmer dan eskalator besar untuk menampung jutaan turis setiap tahunnya. Tidak lama kemudian kami telah sampai dilantai dua gedung dan puluhan orang sedang antri naik kereta gantung. Kereta gantungnya cukup nyaman dan bisa muat 4-6 orang sekali naik.
http://www.hasanahqaromah.com/beijing-ski-muslim-tour-2015/#more-448
Saat kereta gantung meninggalkan stasiun dan mulai beranjak naik, degup jantung terus berdetak. Di bawah kita bisa melihat bukit batu yang terjal dan terlihat gersang di musim semi tetapi berangin sejuk. Ketika angin sedang bertiup kencang diatas normal, jasa cable car akan ditutup untuk alasan keselamatan.

Dibutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk mencapai puncak tembok besar China, jadi bagi yang takut ketinggian jangan lihat ke depan atau ke bawah, cukup mengerikan.

Sesampainya di puncak stasiun, Kita akan memasuki terowongan besar untuk mencapai pintu keluar stasiun. Dan jangan lupa simpan baik-baik tiket kereta gantung untuk pulang balik. Di puncak Tembok Besar China, Kita bisa melihat rangkaian tembok bak naga yang melilit bukit-bukit batu.

Ribuan orang menaiki tembok ini dan ada beberapa bagian yang licin, sehingga kita harus berhati-hati menapaki jalan batu. Dikabarkan beberapa wisatawan tewas tergelincir ditembok cina ketika sehabis hujan atau pada saat musim salju tiba.

Akhirnya kami menghabiskan waktu 2,5 jam menyusuri Tembok Besar China dan kembali kebawah dengan kereta gantung. Sungguh pengalaman sekali seumur hidup yang luar biasa.

Bird Nest atau Sarang Burung di Beijing

http://www.hasanahqaromah.com/beijing-ski-muslim-tour-2015/#more-448



Ini adalah gedung Beijing National Stadium, namun julukannya adalah 'Sarang Burung'. Ikon Olimpiade Beijing 2008 di Tiongkok ini sering dikunjungi wisatawan yang kagum dengan kemegahan dan kerumitan arsitekturnya.

Bangunan seluas 333 x 294 meter persegi ini sudah terlihat menawan saat bus yang membawa kami memasuki area Olympic Green, yang menjadi pusat penyelenggaraan Olimpiade Beijing pada 2008 lalu. Desain luarnya memang sungguh tak biasa, tak beraturan, namun ketidakberaturan yang menawan.

Kulit luar stadion berkapasitas 80 ribu penonton ini didesain mirip seperti sarang burung. Desain ini diambil dari salah satu bagian ilmu keramik Tiongkok. Seorang seniman ternama Tiongkok, Ai Weiwei, menjadi konsultan untuk desain stadion.http://www.hasanahqaromah.com/beijing-ski-muslim-tour-2015/#more-448

Bagian yang mirip sarang burung itu dibuat dari baja. Selain soal artistik, bagian itu memiliki fungsi melindungi bagian atap stadion yang bisa dibuka tutup. Desain sarang burung ini makin menawan ketika dilihat dari dekat.

Kami masuk ke stadion melalui pintu barat. Masuk ke bagian dalam stadion, pengunjung akan dibuat terpikat desain langit-langit ruangan yang ada di stadion itu. Sama seperti bagian luar, desain langit-langitnya pun tak dibuat sederhana, lagi-lagi ketidaberaturan yang menawan.

Ada seorang pemandu yang mengantar pengunjung melihat-lihat bagian dalam 'sarang burung'. Bagian stadion yang dimasuki dari pintu barat disebut Gold Hall. Bukan tanpa alasan bagian ini diberi nama nama demikian, sebab, saat akan naik ke stadion melalui eskalator, dinding-dinding di sekeliling jalan naik itu berwarna emas. Membuat pengunjung merasa sedang memasuki bangunan yang benar-benar mewah.



4 Hal yang akan anda temui di Beijing dari Danau hingga Pertunjukan Balet





Sebagai ibukota Tiongkok, Beijing terus berkembang di berbagai aspek termasuk wisata. Beijing tak cuma menyuguhkan Kota Terlarang. Wisatawan bisa menonton balet di Grand Theatre dan nongkrong di pinggiran Danau Houhai.

Mungkin Anda bisa mengesampingkan soal isu polusi udara di jika berniat berwisata ke Beijing. Bersih dan rapi akan menjadi kesan pertama yang wisatawan bisa tangkap dari kota ini. Meski penduduknya lebih dari 21 juta jiwa, dua kali lipatnya Jakarta, namun kota ini tak terkesan terlalu padat.

Bangunan-bangunan yang tinggi dan megah bisa dengan mudah ditemui. Area yang beberapa tahun lalu masih kumuh dan terlihat tidak ramai, sekarang menjadi ramai dan rapi dengan bangunan-bangunan baru. Proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan properti juga masih digenjot di sana-sini.

Tujuan wisata utama tentu saja Forbidden City alias Kota Terlarang seluas 180 hektar dengan 980 bangunan. Inilah rumah bagi 24 kaisar dari Dinasti Ming hingga Dinasti Qing. Pusat bangunannya dibuat layaknya replika dari Purple Palace, istana yang pada masa itu dianggap sebagai tempat tinggal Tuhan. Sehingga, pada masa lalu, 'kota' itu terlarang bagi orang biasa.

Namun kini kota terlarang ini selalu ramai dikunjungi oleh turis, baik lokal maupun mancanegara. Siapkan waktu paling tidak minimal 4 jam untuk menelusuri sudut-sudut Forbidden City. Ada apa lagi selain Forbidden City, simak ulasan berikut ini:

1. Danau Houhai
Usai dari kota terlarang, wisatawan mempunyai banyak pilihan untuk melanjutkan wisata. Salah satu destinasi favorit, khususnya bagi mereka yang suka kehidupan malam adalah wilayah Danau Houhai.

Di pinggiran Danau Houhai, terdapat ratusan cafe berkonsep bar street yang bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan malam. Berbagai jenis hiburan disediakan di bar-bar ini, paling banyak adalah live music. Danau yang berlokasi di distrik Xicheng ini menjadi tempat nongkrong favorit anak-anak muda Beijing.

Uniknya lagi, di musim dingin danau ini menjadi salah satu tujuan wisata untuk mereka yang hobi main ski. Ya, danau ini membeku di musim salju dan Anda bisa meluncur di atasnya.

2. Beijing Grand Theatre 

Namun jika Anda tak begitu suka dengan dunia malam, menonton teater ataupun balet bisa menjadi alternatif wisata. Tempatnya tentu saja di Beijing Opera House atau yang juga dikenal dengan nama Beijing Grand Theatre. Bangunan indah yang terletak di pusat kota Beijing ini menawarkan berbagai pertunjukan seni.
3. Harga tiket dan aturan kamera 

Paling tidak Anda harus menyiapkan sekitar 300-500 Yuan (Rp 571 ribu-950 ribu) untuk menonton sebuah pertunjukan di Grand Theatre. Dan jika ingin menonton di sini, sebaiknya tinggal saja kamera Anda di hotel. Sebab, kamera dilarang dibawa masuk ruang pertunjukkan.

Pengunjung memang diperbolehkan membawa telepon genggam, namun penggunaannya diawasi secara ketat. Jika Anda mencoba mengabadikan pertunjukan yang sedang berlangsung, siap-siap 'ditembak' lampu sorot dan laser. Dijamin perhatian penonton akan teralihkan ke Anda.

4. Sendratari balet 

Menyaksikan balet di gedung ini bisa sangat menyenangkan bagi para pecinta seni tari dan teater. Tarian balet, yang pada Minggu malam ini mengangkat kisah percintaan klasik Tiongkok nan pilu.

Kisah ini disajikan secara apik dilengkapi dengan kostum-kostum dan paduan tari tradisional. Balet ini cocok bagi Anda para pecinta budaya atau bagi Anda yang suka destinasi wisata berkesan mewah dan romantis.