Sunday, December 21, 2014

Memasuki Lorong Waktu di Museum Konosuke Matsushita

http://www.hasanahqaromah.com/tour-muslim-panorama-jepang-2015/


MEREK Panasonic secara global lebih lekat dengan barang-barang elektronik berkualitas, terutama televisi atau pendingin ruangan. Mungkin tak ada orang yang mengira bahwa perusahaan ini pada awalnya adalah produsen sakelar dan lampu sepeda.

Perusahaan yang berpusat di Osaka, Jepang ini mulai beroperasi pada 7 Maret 1918. Saat itu seorang pemuda bernama Konosuke Matshusita yang baru berusia 23 tahun mendirikan perusahaan Matshusita Electric Devices Manufacturing Company.

Semuanya berawal tahun 1904 ketika Matsushita dalam usia 9 tahun magang di toko sepeda, merasa terkesan dengan daya listrik pada lampu sepeda. Rasa ingin tahu tentang kelistrikan makin berkembang ketika menjadi teknisi listrik pada usia 15 tahun (1910).

Pada masa awal, perusahaan ini hanya diisi oleh tiga staf. Mereka antara lain Konosuke Matsushita, Mumeno Matsushita (22) saudara iparnya, dan Toshio Lue (15), sang istri. Kemudian mereka mengubah tiga ruangan di lantai dasar rumah Matsushita menjadi bengkel. Bengkel tersebut saat ini masih tetap dipertahankan dan bisa kita lihat di bagian depan museum.

Gedung museum Konosuke Matsushita sebenarnya merupakan replika dari kantor pusat ketiga perusahaan Panasonic di Osaka. Berada di dalam museum ini kita seperti masuk ke lorong waktu. Bagaimana tidak, barang-barang yang dipamerkan di sini adalah barang-barang elektronik kuno yang mungkin merupakan barang paling canggih pada masanya.

Salah satunya adalah radio kuno yang terbuat dari kayu. Radio yang bernama "Tosen-go" ini diproduksi tahun 1931. "Saya ingin menciptakan radio yang ideal dan bebas masalah," begitu perintah Matsushita saat meminta insinyur di kantornya untuk menciptakan radio yang ideal.

Setelah tiga bulan melakukan uji coba, akhirnya para insinyur menemukan ide radio tiga tabung. Radio ini lalu diikutkan dalam kontes yang diadakan oleh Tokyo Broadcasting Station dan mendapatkan juara pertama.

Kita juga bisa melihat alat-alat elektronik jadul, mulai dari televisi buatan tahun 1952, kulkas dari tahun 1953, mesin cuci buatan tahun 1951, sampai penanak nasi produksi tahun 1959. Yang menarik, ternyata mesin cuci pada masa itu lebih mirip dengan tong besar yang dilengkapi dengan semacam tuas pemutar di sampingnya.

Cerita menarik lainnya adalah dari produk setrika listrik. Setrika listrik super buatan tahun 1927 ini sangat populer pada masanya karena harganya yang murah. Pada zaman itu, setrika listrik hanya dimiliki oleh orang-orang kaya. Matsushita lalu memutuskan untuk memproduksi setrika listrik yang berkualitas tinggi, mudah dioperasikan, dan harganya murah.

Ia lalu menyuruh Nakao Tetsujiro yang saat itu jabatannya adalah kepala riset dan development untuk mewujudkan setrika impiannya. Tanpa ada orang yang bisa ditanya dan rujukan teknis, Tetsujiro lalu membeli beberapa setrika yang ada di pasaran dan membongkarnya untuk dipelajari. Setelah beberapa perubahan desain, akhirnya ia berhasil membuat satu setrika.

Tetsujiro juga berhasil memangkas ongkos produksi sampai 30 persen dengan cara membuat barang secara massal. Ketika itu ia berhasil memproduksi 1.000 setrika per bulan, jumlah itu jauh lebih banyak dari total setrika yang dijual di Jepang setiap bulannya. Setrika yang murah dan bagus itu pun laku keras.

Matsushita pada saat itu memasarkan produknya dengan merek Matsushita dan National. Walau diawali dengan membuat lampu sepeda, tapi perusahaan ini dengan cepat dikenal sebagai produsen barang-barang elektronik berkualitas. Di tahun 1929 ia sudah memiliki 3.000 karyawan.

Pada awalnya Matsushita memang hanya memakai merek Panasonic untuk produk-produk yang dipasarkan di luar Jepang. Baru di tahun 2003 seluruh produk perusahaan memakai nama Panasonic. "Panasonic itu berasal dari kata 'pan' dan 'sonic', yang berarti menggemakan suara. Dulunya Panasonic ini dipakai untuk merek radio," kata Ezaki.

Pemikir

Masahiro Ezaki, Associate Director Museum Konosuke Matsushita, menggambarkan Matsusitha sebagai orang yang punya rasa ingin tahu besar tentang kelistrikan. Pendiri Panasonic Coorporation ini juga orang yang sangat kompetitif dan pemikir.
Selain melihat evolusi barang-barang elektronik, di museum ini kita juga bisa mengenal lebih dekat visi misi Matsushita yang mengagumkan. Matsushita yang dikenal sebagai seorang industrialis besar abad 20 ini memang punya ketertarikan yang besar pada filosofi.

"Tujuan hidup Masushita bukan hanya pada kekayaan, tapi ia ingin mendedikasikan hidupnya untuk meningkatkan kualitas hidup orang banyak," katanya ketika ditemui di Osaka akhir November lalu.

Salah satu pemikiran Matsushita yang paling terkenal adalah upaya penghapusan kemiskinan. Matsushita antara lain menyatakan, bisnis mempunyai tugas dan tujuan suci menghapuskan kemiskinan dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Matsushita menegaskan, upaya penghapusan kemiskinan merupakan tugas mulia dan tujuan hidup. Caranya? Tentu saja dengan bekerja keras. Pemikiran-pemikiran Matsushita tersebut telah dituangkan dalam beberapa buku.

Atas segala dedikasi Matsushita, Kaisar Jepang bahkan memberikan penghargaan Grand Cordon of the Order of The Rising Sun, penghargaan tertinggi yang diberikan untuk pemimpin bisnis, politikus, atau diplomat.

Pulau Buatan Menyerupai Kalung Mutiara Mewah


http://www.hasanahqaromah.com/


Bukan Qatar namanya kalau tidak mewah, saking mewahnya negara ini pun mengembangkan pulau buatan yang menyerupai kalung mutiara sebagai tempat tinggal warganya.

Pearl Qatar merupakan sebuah kompleks mewah yang dikembangkan di atas pulau buatan di pesisir teluk Doha Barat.
Pulau dengan luas 4 km persegi ini dibuat di atas darat yang direklamasi sepanjang 32 kilometer yang di dalamnya tersebar pula vila pribadi, lusinan apartemen, ratusan rumah, serja hotel mewah lengkap dengan restorannya.

Pada musim semi 2012, lebih dari 5000 jiwa penduduk mulai pindah ke pulau buatan ini. Ketika pembangunannya telah rampung sepenuhnya pada tahun 2015, pulai ini akan memiliki ruangan sampai dengan 41.000. Hal ini tentu membuat Pearl Qatar merupakan sebuah proyek yang paling ambisius di Qatar.

Seperti yang dilansir dari Amusingplanet, Sabtu (20/12) fasilitas yang ada di pulau ini pun tidak akan kalah, warganya tidak perlu keluar pulau untuk mencari sesuatu karena segalanya telah tersedia di pulau ini. Mulai dari restoran berbintang hingga restoran cepat saji, outlet pakaian, layanan publik, bahkan hingga showroom mobil pun tersedia di Pearl Qatar.

Nama Pearl sendiri diambil dari industri mutiara yang menjadi sebenarnya terletak di bawah pulau indah nan mewah ini. Qatar merupakan salah satu negara penghasil mutiara terbesar di Asia sebelum Jepang memperkenalkan mutiara uyang lebih terjangkau. Tidak hanya itu, pulau buatan ini dibuat menyerupai sebuah kalung mutiara.

Friday, December 19, 2014

Katedral Cologne, Karya Seni Terpenting Eropa dari Era Goldsmith


http://www.hasanahqaromah.com/group-tour-muslim-romantisme-eropa-april-2015/


SEJAK 1996 silam, UNESCO menobatkan Katedral Cologne sebagai situs warisan dunia. Setiap harinya rata-rata 20.000 orang mengunjungi Katedral Cologne, membuatnya dinobatkan sebagai tempat wisata paling banyak dikunjungi di Jerman. Selain sebagai wisata bersejarah, katedral ini tetap berfungsi sebagai tempat ibadah seperti biasa.

Pembangunan mahakarya gotik ini memakan waktu enam abad dan selesai pada 1880. Bentuk fisiknya begitu memesona. Layaknya bangunan khas gotik, menara katedral mengerucut di bagian puncak yang runcing. Di Eropa, Katedral Cologne dinilai sebagai karya seni terpenting dari era Goldsmith.

Berada di jantung kota Köln, dua menara katedral menjulang tinggi ke langit. Selain Gero Cross pun dapat dijumpai di gereja yang terletak di sisi Sungai Rhein ini. Merupakan salib kayu ek tertua yang dibuat pada 976. Ada pula Milan Madonna, pahatan kayu yang berasal dari abad ke-13.

Letaknya yang sangat dekat dengan stasiun kereta api membuat Kölner Dom dibombardir bom udara selama Perang Dunia II. Menariknya—sekaligus ajaib—bangunan katedral tetap berdiri tegak. Justru menara kembarnya yang raksasa menjadi alat navigasi pesawat sekutu ketika ingin menyerang Jerman.

Menara telekomunikasi, menara Katedral Cologne menjadi bangunan tertinggi kedua di kawasan tersebut. Tinggi menara Katedral Cologne mencapai 157 meter dengan 509 anak tangga. Ternyata menara utara lebih tinggi tujuh sentimeter dibandingkan menara selatan.

Tak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, Kölner Dom pun menyimpan sejarah, dan harta karun. Treasury Chamber menjadi harta karun di Kölner Dom. Dreikönigsschrein, tempat disimpannya tulang belulang Shine of Three Holy Kings. Mereka adalah tiga orang asing yang menjumpai Yesus ketika dilahirkan di kandang domba. Ketiganya memberikan kemenyan, emas, dan pohon ara kepada Yesus, sehingga mereka dikenal dengan sebutan Magi.

Pelesiran ke Italia, Perempuan Perlu Perhatikan Ini


http://www.hasanahqaromah.com/group-tour-muslim-romantisme-eropa-april-2015/


Bagi Anda, perempuan enerjik yang memimpikan pelesiran ke Italia, tak ada salahnya bila mempelajari berbagai hal tentang negara tersebut.

Seperti apa saja yang perlu Anda siapkan, atau sejarah dari negara yang dikenal akan Menara Miring Pisa tersebut.

Susan van allen, penulis buku '100 Places In Italy Every Woman Should Go' mencoba berbagi tips untuk Anda. Bagi Anda, khususnya wanita yang ingin liburan ke Italia dalam waktu dekat, berikut tips yang perlu diperhatikan ketika Anda berkemas atau packing sebelum terbang ke Negeri Romantis ini, dilansir dari Journey Woman, Sabtu (20/12).

Perhatikan barang bawaan

Sebelum terbang, Anda harus mewanti-wanti supaya jangan pernah membawa barang-barang berikut ke Italia. Barang-barang tersebut bisa jadi akan mengacaukan perjalanan yang seharusnya menyenangkan tersebut.

Hairdryer

Jangan bawa benda yang satu ini. Pasalnya di setiap hotel yang ada di Italia sudah menyediakannya untuk Anda. Jadi, lebih baik kekosongan koper diisi dengan barang yang lebih berguna.

Spike Heels

Anda tidak akan nyaman berjalan-jalan dengannya dan sering kali ujung sepatu atau sandal Anda akan terjebak dalam bebatuan. Pikirkan baik-baik, apa yang akan Anda kenakan selama pelesiran disana.

Celana pendek atau hot pants

Anda akan merasa aneh mengenakan pakaian ini bila berada di Roma atau Florence, kecuali Anda memang sedang bersepeda atau sedang di pantai. Gunakanlah pakaian senyaman mungkin dan tentu saja sepantasnya, karena Anda berada di negara lain.

Sneakers

Sneakers atau sepatu olah raga, apalagi yang bewarna putih, sangat disayangkan bila Anda mengenakan sepatu ini disana. Sebab, wanita Italia terbilang modis untuk utusan sepatu. Mereka biasanya memakai sepatu bertumit datar atau sepatu bewarna merah.

Jangan Lupakan Tisu Sebelum Pelesiran ke Italia!


http://www.hasanahqaromah.com/group-tour-muslim-romantisme-eropa-april-2015/


Melakukan perjalanan ke luar negeri bukan hanya uang yang harus Anda siapkan.
Namun ada beberapa barang yang mungkin tidak bisa Anda temukan disana, dan harus Anda siapkan sebelum keberangkatan.

Susan van allen, penulis buku '100 Places In Italy Every Woman Should Go' mencoba berbagi tips untuk Anda. Bagi Anda, khususnya wanita yang ingin liburan ke Italia dalam waktu dekat, berikut tips yang perlu diperhatikan ketika Anda berkemas atau packing sebelum terbang ke Negeri Romantis ini, dilansir dari Journey Woman, Sabtu (20/12).

Payung

Cuaca di Italia tidak menentu. Untuk itu, diharapkan Anda sudah menyiapkan payung lipat kecil yang mudah dibawa kemanapun. Anda akan sangat menyesal membeli payung di pinggir jalan di Italia karena harganya bisa menjadi selangit.

Tisu

Khususnya tisu toilet. Bagi Anda yang sulit untuk buang air kecil di tempat umum karena mungkin kondisinya tidak sebaik yang Anda pikir, benda satu ini wajib ada di dalam tas. Terlebih ternyata Anda tidak akan menemukannya selama berada disana.

Plester

Mendatangi tempat baru akan menaikkan semangat Anda untuk berkeliling daerah tersebut. Plester dan moleskin, dalam kasus jika Anda mengalami lecet kaki, bisa sangat berguna. Sebab, sebagian besar waktu akan Anda habiskan dengan berjalan kaki di sini.